Persib Kena FIFA Registration Ban Lagi, Ini Kasus Robert Alberts
![]() |
| Robert Rene Alberts |
Persib Kena FIFA Registration Ban Lagi, Ini Kronologi Kasus Robert René Alberts dan Daftar Klub Indonesia yang Disanksi
Persib Bandung kembali masuk dalam daftar FIFA Registration Ban. Kabar tersebut menjadi perhatian besar menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027.
Yang membuat kasus ini menarik, sanksi terbaru Persib ternyata bukan berasal dari persoalan baru. Manajemen Persib menyebut Registration Ban tersebut berkaitan dengan kasus lama pada 2022 yang melibatkan mantan pelatih Robert René Alberts.
Sebelumnya, Persib juga sempat terkena Registration Ban FIFA pada Mei 2026 akibat sengketa dengan mantan pemain asal Filipina, Daisuke Sato. Persoalan tersebut kemudian diselesaikan sehingga sanksi sebelumnya dicabut. Kini, Persib kembali menghadapi larangan registrasi pemain karena perkara berbeda.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi antara Persib dan Robert René Alberts? Mengapa kasus yang terjadi pada 2022 baru kembali menjadi perhatian pada 2026? Dan klub Indonesia mana saja yang saat ini masih terkena FIFA Registration Ban?
Apa Itu FIFA Registration Ban?
Sebelum membahas kasus Persib, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan FIFA Registration Ban.
Registration Ban merupakan sanksi yang membuat klub tidak dapat mendaftarkan pemain baru selama masa hukuman berlaku.
Sanksi tersebut dapat muncul akibat berbagai persoalan, termasuk sengketa kontrak, kewajiban finansial kepada pemain atau pelatih, maupun pelanggaran terhadap regulasi sepak bola.
Artinya, klub yang terkena Registration Ban masih dapat menjalankan aktivitas sepak bola, tetapi memiliki keterbatasan dalam mendaftarkan pemain baru.
Bagi klub yang sedang membangun skuad untuk musim baru, sanksi ini tentu dapat menjadi persoalan serius.
Terlebih jika hukuman berlangsung selama beberapa periode pendaftaran pemain.
Dalam kasus Persib, FIFA kembali mencantumkan klub tersebut dalam daftar Registration Ban mulai 10 Agustus 2026 untuk tiga periode registrasi.
Persib Kembali Kena Registration Ban FIFA
Persib Bandung kembali tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban menjelang musim Super League 2026/2027.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh manajemen Persib.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa perkara tersebut bukan kasus baru.
Menurut manajemen, persoalan yang menjadi dasar sanksi berasal dari kasus yang terjadi pada 2022 dan berkaitan dengan mantan pelatih Robert René Alberts.
Persib menyatakan baru mengetahui perkembangan keputusan FIFA tersebut dalam perkembangan terakhir dan kemudian melakukan kajian untuk memahami posisi perkara serta langkah penyelesaian yang harus dilakukan.
Manajemen Persib juga menegaskan akan menghormati keputusan regulator dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Siapa Robert René Alberts?
Robert René Alberts merupakan pelatih asal Belanda yang pernah menangani Persib Bandung selama sekitar tiga musim.
Persib menunjuk Alberts sebagai pelatih pada 2019 setelah sebelumnya menangani PSM Makassar.
Di bawah kepemimpinannya, Persib mampu bersaing di papan atas Liga Indonesia.
Salah satu pencapaian terbaik Alberts bersama Persib terjadi pada Liga 1 2021/2022 ketika Maung Bandung finis sebagai runner-up di bawah Bali United.
Namun, perjalanan Alberts di Persib akhirnya berakhir pada Agustus 2022 setelah hasil buruk pada awal musim membuat tekanan dari suporter semakin besar.
Kronologi Robert Alberts Mundur dari Persib
Persoalan antara Robert Alberts dan Persib bermula dari berakhirnya kerja sama kedua pihak pada 2022.
Pada awal Liga 1 2022/2023, Persib mendapatkan hasil yang mengecewakan.
Dalam tiga pertandingan pertama, Persib tidak meraih kemenangan.
Maung Bandung hanya mendapatkan satu hasil imbang dan mengalami dua kekalahan.
Kondisi tersebut membuat posisi Robert Alberts semakin tertekan.
Ribuan Bobotoh kemudian melakukan aksi di Graha Persib pada 10 Agustus 2022. Salah satu tuntutan utama dalam aksi tersebut adalah agar Robert Alberts meninggalkan kursi pelatih.
Tidak lama setelah aksi tersebut, Persib mengumumkan bahwa kerja sama dengan Robert Alberts berakhir.
Robert kemudian mundur dari posisinya sebagai pelatih kepala.
Persib menyatakan keputusan tersebut diambil demi kebaikan bersama.
Apa yang Terjadi Setelah Robert Alberts Pergi?
Setelah Robert Alberts meninggalkan Persib, klub kemudian menunjuk Luis Milla sebagai pelatih baru.
Namun, persoalan antara Alberts dan Persib ternyata tidak langsung berakhir.
Berakhirnya hubungan kerja tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan kontraktual.
Perkara tersebut pada akhirnya masuk ke mekanisme penyelesaian sengketa sepak bola internasional.
Inilah yang kemudian menjadi dasar munculnya perkara yang kembali menyeret nama Persib pada 2026.
Kasus Robert Alberts Berujung pada Sanksi FIFA
Pada Agustus 2026, Persib mengonfirmasi bahwa Registration Ban terbaru berkaitan dengan laporan Robert René Alberts.
Manajemen menyebut kasus tersebut merupakan perkara lama yang terjadi pada 2022.
Dengan demikian, sanksi yang muncul sekarang bukan berarti Persib baru saja melakukan pelanggaran pada musim 2026.
Persoalannya merupakan konsekuensi dari sengketa lama yang prosesnya kemudian menghasilkan keputusan regulator.
Persib menyatakan sedang mempelajari dasar keputusan FIFA dan menentukan langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut.
Berapa Lama Persib Terkena Sanksi?
Berdasarkan informasi yang tercantum dalam daftar FIFA dan diberitakan media, Registration Ban terbaru Persib mulai berlaku pada 10 Agustus 2026 dan mencakup tiga periode registrasi.
Durasi tersebut tentu menjadi perhatian karena Persib sedang mempersiapkan skuad untuk kompetisi musim 2026/2027.
Namun, Registration Ban pada prinsipnya dapat berakhir lebih cepat apabila kewajiban yang menjadi dasar sanksi telah diselesaikan dan FIFA melakukan verifikasi pencabutan hukuman.
Karena itu, tiga periode tidak selalu berarti Persib pasti akan kehilangan kesempatan mendaftarkan pemain selama seluruh periode tersebut.
Apakah Persib Tidak Bisa Mendaftarkan Pemain Baru?
Secara umum, klub yang terkena FIFA Registration Ban tidak dapat mendaftarkan pemain baru selama sanksi masih aktif.
Hal tersebut membuat situasi Persib menjadi cukup sensitif.
Pasalnya, klub sudah melakukan aktivitas transfer untuk mempersiapkan skuad musim baru.
Manajemen Persib sendiri menyatakan bahwa proses pemain baru untuk kebutuhan registrasi kepada operator kompetisi dan federasi telah dilakukan sesuai ketentuan. Klub juga meminta suporter tetap tenang sambil proses penyelesaian perkara berjalan.
Artinya, status pemain yang sudah direkrut dan persoalan registrasi perlu dibedakan dari larangan melakukan pendaftaran pemain baru selama Registration Ban aktif.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada penyelesaian kasus dan status sanksi di FIFA.
Persib Sebelumnya Juga Terkena Ban karena Daisuke Sato
Kasus Robert Alberts bukan pertama kalinya Persib menghadapi Registration Ban pada 2026.
Pada Mei 2026, Persib masuk daftar Registration Ban FIFA akibat sengketa dengan Daisuke Sato.
Sato merupakan pemain asal Filipina yang pernah memperkuat Persib.
Persoalan tersebut berkaitan dengan terminasi kontrak dan kemudian berkembang hingga proses hukum olahraga internasional.
Persib sebelumnya menjelaskan bahwa kasus Daisuke Sato bukan mengenai tunggakan gaji, melainkan sengketa kontraktual mengenai penyelesaian terminasi kontrak.
Setelah kewajiban yang diputuskan diselesaikan dan diverifikasi sesuai prosedur FIFA, sanksi tersebut kemudian dicabut.
Dengan demikian, kasus Robert Alberts merupakan perkara berbeda dari kasus Daisuke Sato.
Dua Kasus FIFA dalam Waktu Berdekatan
Situasi tersebut membuat Persib menghadapi dua persoalan Registration Ban dalam periode yang relatif berdekatan.
Kasus pertama berkaitan dengan Daisuke Sato.
Setelah persoalan tersebut selesai, Persib kembali tercantum dalam daftar FIFA akibat perkara yang berkaitan dengan Robert Alberts.
Perbedaan kasus ini penting dipahami agar publik tidak menganggap bahwa sanksi terbaru merupakan kelanjutan langsung dari kasus Daisuke Sato.
Manajemen Persib sendiri menegaskan bahwa sanksi terbaru berasal dari perkara lama pada 2022.
Daftar Klub Indonesia yang Sedang Terkena FIFA Registration Ban
Berdasarkan laporan terbaru pada 11 Agustus 2026, terdapat enam klub Indonesia yang masih tercatat dalam daftar FIFA Registration Bans.
Berikut daftarnya:
Enam klub tersebut dilaporkan masih tercatat dalam daftar larangan pendaftaran pemain FIFA. Dua di antaranya, yaitu Persib dan PSM, merupakan peserta Super League 2026/2027.
1. Persib Bandung
Persib merupakan klub terbaru yang kembali menjadi sorotan.
Registration Ban terbaru mulai tercatat pada 10 Agustus 2026.
Perkara tersebut berkaitan dengan laporan mantan pelatih Robert René Alberts dan berasal dari kasus lama pada 2022.
Persib saat ini sedang melakukan kajian dan menyiapkan langkah penyelesaian.
2. PSM Makassar
PSM Makassar juga masih berada dalam daftar Registration Ban.
Menurut laporan terbaru, PSM mendapatkan sanksi akibat persoalan finansial yang berkaitan dengan mantan pemain.
Sanksi PSM disebut efektif sejak 22 Mei 2026 dan berlaku selama tiga periode transfer.
Manajemen PSM sebelumnya menyatakan telah menyiapkan rencana untuk menyelesaikan persoalan tersebut, tetapi hingga laporan terbaru sanksi masih tercatat.
3. Persiwa Wamena
Persiwa Wamena juga masih tercatat dalam daftar FIFA Registration Ban.
Klub tersebut merupakan salah satu klub Indonesia yang telah cukup lama menghadapi persoalan Registration Ban.
Statusnya berbeda dengan Persib yang baru kembali masuk daftar pada Agustus 2026.
4. PSBS Biak
PSBS Biak juga tercatat dalam daftar larangan pendaftaran FIFA.
Klub asal Papua tersebut menjadi salah satu dari beberapa klub Indonesia yang menghadapi persoalan Registration Ban.
Status ini berarti klub harus menyelesaikan perkara yang menjadi dasar sanksi sebelum dapat kembali melakukan registrasi pemain sesuai ketentuan.
5. Kalteng Putra
Kalteng Putra juga masuk daftar Registration Ban.
Klub asal Kalimantan Tengah tersebut menjadi salah satu klub Indonesia yang masih memiliki status larangan pendaftaran pemain.
Persoalan seperti ini dapat memengaruhi kemampuan klub untuk memperbarui komposisi skuad.
6. Sriwijaya FC
Sriwijaya FC melengkapi enam klub Indonesia yang disebut masih berada dalam daftar FIFA Registration Bans.
Klub tersebut juga menghadapi larangan registrasi pemain baru sampai persoalan yang menjadi dasar sanksi diselesaikan.
Bagaimana dengan Semen Padang?
Nama Semen Padang FC sebelumnya juga sempat muncul dalam daftar klub Indonesia yang terkena Registration Ban.
Namun, status tersebut sudah berubah.
Semen Padang mengonfirmasi bahwa nama mereka sudah tidak lagi tercantum dalam FIFA Registration Ban List setelah sengketa yang menjadi dasar sanksi diselesaikan. Klub kemudian dapat kembali memproses registrasi pemain baru.
Karena itu, Semen Padang tidak termasuk dalam daftar enam klub yang masih terkena Registration Ban berdasarkan perkembangan terbaru yang tersedia pada 11 Agustus 2026.
Mengapa Registration Ban Menjadi Masalah Besar?
Registration Ban dapat menjadi masalah besar bagi klub sepak bola karena membatasi aktivitas transfer.
Klub mungkin masih bisa melakukan negosiasi atau kesepakatan dengan pemain, tetapi proses pendaftaran pemain harus mengikuti status sanksi yang berlaku.
Situasi tersebut sangat penting menjelang musim baru.
Klub membutuhkan pemain baru untuk memperkuat skuad, menggantikan pemain yang pergi, serta mengatasi cedera.
Jika Registration Ban belum dicabut, ruang gerak klub dalam memperbaiki skuad menjadi lebih terbatas.
Dampaknya bagi Persib Menjelang Super League 2026/2027
Persib menghadapi situasi yang cukup menarik.
Maung Bandung baru saja menjalani persiapan untuk musim 2026/2027 dan sudah melakukan aktivitas transfer.
Namun, pada 10 Agustus 2026, nama Persib kembali muncul dalam daftar Registration Ban FIFA.
Sanksi tersebut datang hanya beberapa pekan setelah periode pendaftaran Super League 2026/2027 dibuka.
Menurut laporan terbaru, periode pendaftaran Super League berlangsung dari 28 Juli hingga 30 September 2026.
Karena itu, penyelesaian perkara menjadi sangat penting bagi Persib.
Semakin cepat persoalan diselesaikan dan sanksi dicabut, semakin besar ruang klub untuk memastikan proses administrasi pemain berjalan tanpa hambatan.
Apakah Persib Bisa Menghapus Sanksi FIFA?
Bisa saja, apabila kewajiban yang menjadi dasar sanksi telah diselesaikan sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Kasus Daisuke Sato memberikan contoh bahwa Registration Ban dapat dicabut setelah persoalan diselesaikan dan proses verifikasi dilakukan.
Dalam kasus Robert Alberts, Persib kini menyatakan sedang mempelajari perkara dan menentukan langkah penyelesaian.
Karena itu, perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada proses antara Persib, pihak yang bersengketa, dan regulator terkait.
Persib Meminta Bobotoh Tetap Tenang
Manajemen Persib menyadari munculnya kembali Registration Ban dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan Bobotoh.
Namun, klub meminta suporter tidak panik.
Persib menyatakan persiapan tim untuk musim 2026/2027 tetap berjalan.
Manajemen juga menegaskan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan perkara tersebut melalui mekanisme yang berlaku.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Persib tidak menganggap sanksi ini sebagai persoalan yang akan dibiarkan.
Apa Pelajaran dari Kasus Persib?
Kasus Persib menunjukkan bahwa persoalan kontrak dapat memiliki dampak panjang dalam sepak bola profesional.
Sebuah kerja sama yang berakhir pada 2022 ternyata masih dapat berkembang menjadi persoalan hukum olahraga beberapa tahun kemudian.
Karena itu, pengelolaan kontrak pemain dan pelatih menjadi bagian yang sangat penting dalam manajemen klub.
Bukan hanya soal performa di lapangan, klub juga harus memastikan seluruh kewajiban kontraktual diselesaikan sesuai aturan.
Sengketa yang tidak selesai dapat berujung pada konsekuensi administratif seperti Registration Ban.
Kesimpulan
Persib Bandung kembali terkena FIFA Registration Ban pada Agustus 2026.
Sanksi tersebut bukan berasal dari kasus baru, melainkan berkaitan dengan perkara lama pada 2022 yang melibatkan mantan pelatih Robert René Alberts.
Robert Alberts meninggalkan Persib pada 10 Agustus 2022 setelah klub mendapatkan hasil buruk pada awal musim dan tekanan dari Bobotoh meningkat. Setelah berakhirnya hubungan kerja tersebut, muncul persoalan kontraktual yang kemudian berkembang menjadi perkara yang ditangani melalui mekanisme sepak bola internasional.
Pada 10 Agustus 2026, Persib kembali tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban untuk tiga periode.
Kasus ini terjadi setelah Persib sebelumnya menyelesaikan Registration Ban yang berkaitan dengan mantan pemain Daisuke Sato.
Sementara itu, berdasarkan perkembangan terbaru per 11 Agustus 2026, terdapat enam klub Indonesia yang masih tercatat dalam FIFA Registration Bans, yaitu:
Persib Bandung
PSM Makassar
Persiwa Wamena
PSBS Biak
Kalteng Putra
Sriwijaya FC
Semen Padang tidak lagi masuk daftar setelah menyelesaikan persoalannya.
Untuk Persib, langkah berikutnya adalah menyelesaikan perkara Robert Alberts dan memenuhi kewajiban yang ditetapkan agar Registration Ban dapat dicabut sesuai prosedur.
Perkembangan kasus ini patut terus dipantau karena dapat berpengaruh terhadap aktivitas registrasi pemain Persib menjelang Super League 2026/2027.
FAQ SEO
Apa itu FIFA Registration Ban?
FIFA Registration Ban adalah sanksi yang membuat klub tidak dapat mendaftarkan pemain baru selama masa hukuman berlaku. Sanksi dapat diberikan karena berbagai persoalan, termasuk sengketa kontrak, kewajiban finansial, atau pelanggaran regulasi.
Kenapa Persib terkena FIFA Registration Ban 2026?
Persib kembali terkena Registration Ban karena perkara lama yang berkaitan dengan laporan mantan pelatih Robert René Alberts pada 2022. Manajemen Persib mengonfirmasi bahwa kasus tersebut bukan perkara baru.
Siapa Robert René Alberts?
Robert René Alberts adalah pelatih sepak bola asal Belanda yang menangani Persib Bandung pada 2019 hingga 2022. Ia meninggalkan Persib pada Agustus 2022 setelah hasil buruk pada awal Liga 1 2022/2023 dan tekanan dari suporter.
Kapan Robert Alberts meninggalkan Persib?
Robert Alberts meninggalkan Persib pada 10 Agustus 2022 setelah tiga pertandingan awal Liga 1 2022/2023 tanpa kemenangan dan adanya tekanan dari Bobotoh.
Apakah kasus Robert Alberts merupakan kasus baru?
Tidak. Persib menyatakan sanksi terbaru FIFA berkaitan dengan kasus lama yang terjadi pada 2022.
Apakah Persib sebelumnya pernah terkena FIFA Registration Ban?
Ya. Persib sebelumnya terkena Registration Ban pada Mei 2026 akibat sengketa dengan mantan pemain Daisuke Sato. Sanksi tersebut kemudian diselesaikan dan dicabut.
Berapa lama Persib terkena Registration Ban terbaru?
Persib tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban mulai 10 Agustus 2026 untuk tiga periode registrasi.
Apakah Persib masih bisa mendaftarkan pemain baru?
Selama Registration Ban masih aktif, klub pada prinsipnya tidak dapat mendaftarkan pemain baru. Persib saat ini sedang mengambil langkah untuk menyelesaikan perkara yang menjadi dasar sanksi.
Klub Indonesia mana saja yang sedang terkena FIFA Registration Ban?
Berdasarkan laporan terbaru 11 Agustus 2026, enam klub yang masih tercatat adalah Persib Bandung, PSM Makassar, Persiwa Wamena, PSBS Biak, Kalteng Putra, dan Sriwijaya FC.
Apakah PSM Makassar terkena Registration Ban?
Ya. PSM Makassar masih tercatat dalam daftar Registration Ban FIFA dan menjadi salah satu dari dua klub peserta Super League 2026/2027 yang masih terkena sanksi.
Apakah Semen Padang masih terkena FIFA Registration Ban?
Tidak. Semen Padang telah menyelesaikan sengketa yang menjadi dasar sanksi dan namanya sudah tidak lagi tercantum dalam FIFA Registration Ban List.
Apakah FIFA Registration Ban bisa dicabut?
Ya. Sanksi dapat dicabut setelah persoalan yang menjadi dasar hukuman diselesaikan dan proses verifikasi sesuai prosedur regulator selesai.
Apa dampak FIFA Registration Ban bagi Persib?
Dampak utamanya adalah keterbatasan dalam mendaftarkan pemain baru. Hal ini dapat memengaruhi aktivitas transfer dan penyusunan skuad Persib untuk Super League 2026/2027.
Apakah kasus Robert Alberts sama dengan kasus Daisuke Sato?
Tidak. Keduanya merupakan perkara berbeda. Kasus Daisuke Sato berkaitan dengan sengketa kontraktual mantan pemain Persib, sedangkan Registration Ban terbaru berkaitan dengan perkara yang berasal dari laporan Robert René Alberts.

Posting Komentar untuk "Persib Kena FIFA Registration Ban Lagi, Ini Kasus Robert Alberts"